Novel ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang berusaha menghafal bacaan shalat.
Untuk kita, yang terlalu malu walau sekadar menyapanya, terlanjur bersemu merah, dada berdegup lebih kencang, keringat dingin di jemari, bahkan sebelum sungguhan berpapasan. Untuk kita, yang merasa tidak cantik, tidak tampan, selalu merasa keliru mematut warna baju dan pilihan celana, jauh dari kemungkinan menggapai cita-cita perasaan. Untuk kita, yang hanya berani menulis kata-kata dalam buku …
Badai kembali membungkus kampung kami. Kali ini aku mendongak, menatap jutaan tetes air hujan dengan riang. Inilah kami, Si Anak Badai. Tekad kami sebesar badai. Tidak pernah kenal kata menyerah. Buku ini tentang Si Anak Badai yang tumbuh ditemani suara aliran sungai, riak permukaan muara, dan deru ombak lautan. Si Anak Badai yang penuh tekad dan keberanian mempertahankan apa yang menjadi milik…
Sejak bukunya diterbitkan untuk pertama kali 1997, Harry Potter telah merapalkan mantra kepada jutaan Muggle di seluruh dunia - tidak terkecuali dari semua kolektor yang tersihir. Harry Potter: The Unofficial Guide to the Collectibles of Our Favorite Wizard memunculkan harta karun langka dan magis yang muncul dari buku dan film Potter, dan bahkan imajinasi para penggemar.
Akibat melakukan kekacauan sihir luar biasa, Harry Potter kabur dari keluarga Dursley dan Little Whinging naik Bus Ksatria. Ia mengira bakal mendapat hukuman berat. Namun, Kementerian Sihir punya masalah yang lebih gawat---Sirius Black, tawanan terkenal dan pengikut setia Lord Voldemort, melarikan diri dari penjara Azkaban. Kata orang, ia mengincar Harry, sehingga Kementerian Sihir mengirimkan …
Dobby melarang Harry Potter untuk kembali ke Hogwarts. Dia beralasan bahwa akan terjadi malapetaka yang dapat mengancam keselamatan Harry Potter di Hogwarts. Namun himbauan Dobby, tidak dihiraukan oleh Harry. Harry pun tetap kembali ke Sekolah Sihir Hogwarts itu. Tanpa diduga oleh Harry, muncul beberapa keanehan-keanehan sebelum malapetaka itu benar-benar terjadi. Gerbang peron ¾ tidak bisa di…
Cican dan teman-teman sedang makan bersama di sekolah
Biasanya anak-anak di desa mereka menyebut cita-cita menjadi guru, polisi, dokter dan pendeta.
Beberapa kejadian berubah perlahan-lahan, seperti es yang mencair menjadi air.
Namaku Fathim, sekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas 4